Budaya menjadi bagian penting dalam kehidupan. Karena budaya, khususnya
budaya Timur, syarat dengan ajaran tata krama serta nilai-nilai luhur
yang sebenarnya. Itu sebabnya, penting sekali untuk mengenalkan budaya
Indonesia yang beraneka ragam kepada anakanak sebagai generasi penerus
yang akan melestarikan dan memelihara budaya Indonesia.
Psikolog
dari Universitas Indonesia, Irma Gustiana Andriani M Psi Psi mengatakan
bahwa anak dapat dikenalkan pada budaya bangsa sendiri sejak usia dini.
Terutama di saat mereka mulai menunjukkan ketertarikan untuk
berinteraksi dengan orang lain, mulai anak usia tiga tahun misalnya.
“Segala
bentuk nilai-nilai yang ada pada diri seseorang diawali sejak masih
usia dini,” tutur psikolog yang berpraktik sebagai psikolog anak dan
remaja di Divisi Konseling/Edukasi Lembaga Psikologi Terapan Universitas
Indonesia ini.
Dikatakan Irma, bagaimana orangtua menanamkan
nilai kepada anak, akan membentuk kepribadiannya. Bagaimana anak
memahami kebudayaan negerinya sendiri, juga dimulai dari lingkungan
keluarga. Sebenarnya cukup sederhana bagi setiap keluarga untuk bisa
menanamkan budaya asli bangsa Indonesia.
“Hal itu bisa
dilakukan, misalnya sejak dini anak diajarkan untuk memakai pakaian yang
sopan, mengucapkan salam ketika bertemu dengan orang yang lebih dewasa,
serta mengucapkan terima kasih dan maaf,” ungkap Irma.
Irma
menuturkan, orangtua yang cukup konsisten dalam menanamkan nilai atau
value yang terkait dengan budaya asli bangsa, biasanya tidak merasa
khawatir anak akan mengikuti budaya asing atau bahkan lebih memilih
budaya asing.
“Orangtua perlu menjelaskan kepada anak mengenai
manfaat positif yang bisa didapatkan jika mengenal budaya asing, tanpa
meninggalkan dan melupakanbudaya bangsa sendiri,” ungkap psikolog yang
mengajar di STIE Trisakti Jakarta ini.
Masih dijelaskan Irma,
cara-cara untuk mengenalkan budaya negeri sendiri sangat beragam,
bergantung pada minat anak tersebut. Jika anak berminat pada aktivitas
di luar ruangan, maka orang tua bisa mengenalkan budaya Indonesia dengan
mengajak anakanak pergi ke tempat-tempat yang menyediakan wisata budaya
Indonesia, semisal ke Museum Bahari, museum batik, TMII, atau ke cagar
budaya alam yang tersedia di daerah Bogor.
“Di Taman Mini
misalnya, anak bisa belajar langsung mengenal budaya bangsanya, mulai
dari pakaian adatnya, tarian-tarian, dan lagu-lagunya,” tandasnya.
Irma
menjelaskan, mengunjungi tempat wisata budaya bisa menjadi salah satu
cara untuk merangsang minat anak terhadap kebudayaan Indonesia. Jika
lokasi rumah dengan tempat wisata terbilang dekat, maka tidak ada
salahnya untuk mengunjungi tempat tersebut satu bulan sekal.
Nah
setiap kali berwisata, anak bisa diajak ke tempat yang berbeda dengan
tema yang berbeda. Semisal untuk bulan ini dikenalkan dengan budaya
Sumatera, bulan selanjutnya dikenalkan dengan budaya Sulawesi dan
seterusnya.
Atau jika anak sedang dalam liburan yang panjang,
mereka boleh diberikan kesempatan berkunjung ke suatu daerah dan
dikenalkan dengan beragam aktivitas kebudayaan atau tempat-tempat
bersejarah yang ada di daerah tersebut.
Anak juga dapat
diajarkan mengenai budaya bangsa sendiri melalui buku-buku kebudayaan
yang saat ini sudah banyak di pasaran dengan kombinasi warna yang
menarik sehingga meningkatkan minat terhadap budaya bangsa.
“Kombinasi
yang baik juga dapat diberikan dengan cara membacakan cerita-cerita
rakyat Indonesia dengan menarik, misalnya intonasi suara dan ekspresi
wajah yang bervariasi,” ucap psikolog lulusan Universitas Ini.
Maraknya
media online jika dipetik dengan benar manfaatnya pun juga dapat
digunakan untuk belajar dan mengenalkan adat budaya bangsa Indonesia,
misalnya mencari bentuk-bentuk rumah adat, makanan, tempat wisata dan
pakaian adat, kemudian dicetak dan digunting serta ditempelkan pada
suatu buku yang bisa diberikan judul tertentu.
Sebaliknya, jika
anak menolak untuk diajak dikenalkan pada kebudayaan, maka kekreatifan
orangtualah yang dibutuhkan. Penolakan biasanya akan terjadi jika
cara-cara yang dilakukan membuat anak kurang nyaman. Misalnya jika anak
memang tidak terbiasa membicarakan budaya bangsa sendiri, kemudian
orangtua memaksakan anak untuk mempelajarinya.
Visitors | : 472200 Org |
Hits | : 1473460 hits |
Month | : 6196 Users |
Today | : 483 Users |
Online | : 12 Users |
Stat. Web | : Klik |