Safaruddin, S.Kom
Teknisi Komputer, Programmer Web.
Yogyakarta, Indonesia.

I love the web
follow me on

KETIKA CINTA MENGALAHKAN SEGALANYA Berkaca Dari Kampanye Cinta Perpustakaan Kota New York

Senin, 24 Mei 2010 02:51:55
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)

Perpustakaan. selama ini kita selalu menuntut masyarakat untuk mencintai perpustakaan, tetapi apakah kita sudah membuat perpustakaan pantas dicintai oleh mereka ? PENDAHULUAN Pada awal tahun 2009, Perpustakaan Kota New York mendapatkan pukulan yang cukup hebat, akibat krisis ekonomi global, Walikota Mike Bloomberg berencana untuk memotong anggaran Perpustakaan Kota New York sebesar 35%, yang bila dinominalkan berjumlah USD$57 Juta. Bila efisiensi anggaran tersebut terjadi, maka perpustakaan harus memecat 943 karyawannya, mengurangi dana pembelian koleksi hingga USD$10 Juta, meniadakan beberapa program user education, mengurangi waktu layanan menjadi 32 jam/minggu sehingga tidak lagi bisa beroperasi pada akhir pekan serta menutup beberapa perpustakaan cabang di daerah. Perpustakaan Kota New York tidak tinggal diam, mereka menyadari bahwa pemotongan anggaran memiliki dampak jangka panjang yang lebih merugikan, karena perpustakaan diprediksi akan kehilangan 3.4 juta pengunjung yang sebagian besar merupakan generasi muda penerus bangsa. Mereka segera melakukan kampanye “Keep Your Library Open” yang disebarkan melalui jejaring sosial seperti Facebook, Twitter bahkan Youtube. Melalui kampanye tersebut, masyarakat diminta melakukan smart protest menentang kebijakan tersebut melalui berbagai media, diantaranya dengan menulis surat kepada Walikota, Dewan Kota, Anggota Senat bahkan surat terbuka di media massa yang menyuarakan betapa pentingnya keberadaan Perpustakaan Kota New York bagi mereka, betapa perpustakaan menjadi bagian penting dalam hidup mereka, ... betapa mereka menCINTAi perpustakaan mereka. Hasilnya sungguh diluar dugaan. Kampenye tersebut berhasil menyedot perhatian masyarakat. Kantor Walikota kebanjiran surat cinta dari masyarakat yang memohon agar pemotongan anggaran itu dibatalkan, belum lagi dukungan yang diberikan dari anggota senat di daerah daerah lainnya berkat surat cinta yang dilayangkan oleh masyarakat yang bersimpati. Dan akhirnya, Walikota Mike Bloomberg tidak jadi melakukan pemotongan anggaran untuk Perpustakaan Kota New York. PERMASALAHAN Tindakan yang dilakukan oleh penduduk kota Ney York bukanlah sesuatu yang dipaksakan. Dengan sukarela, tanpa diiming imingi imbalan apapun, mereka membantu perpustakaan dalam menghadapi masalah. Bagaimana mungkin perpustakaan, sebuah benda mati, mampu menggerakkan masyarakat sebanyak itu? Motivasi apa sebenarnya yang mendorong mereka melakukannya? Perpustakaan Kota New York tentunya sudah sedemikian berpengaruhnya dalam hidup mereka, sumber rasa cinta itu pastinya disebabkan karena masyarakat merasa sudah terbantu dengan keberadaan perpustakaan selama ini. Kisah itu menimbulkan pertanyaan yang menggelitik, bila yang menjadi objek cerita diatas adalah Perpustakaan Daerah di kota tempat tinggal kita, akankah akhir ceritanya sama, a happy ending story? Apakah perpustakaan kita akan mendapatkan dukungan dan cinta yang sama dari masyarakat? Apakah perpustakaan kita yang terbuka luas bagi seluruh masyarakat ini memang sudah MILIK masyarakat ? Jika jawabannya tidak, lalu apa yang membedakan kita dengan Perpustakaan Kota New York ? Renungkanlah, sebelum kita meminta, menuntut dukungan dan cinta masyarakat, mari kita bercermian dan melihat wajah kita selama ini. TUJUAN Fenomena diatas tak ubahnya seperti tamparan yang menyadarkan kita untuk melihat, menyimak dan mungkin merasa perlu untuk mendefinisikan ulang layanan perpusakaan umum yang selama ini kita berikan kepada masyarakat. Dengan perkembangan jaman dan tekhnologi serta kehidupan masyarakat saat ini, kita seharusnya tidak lagi berpegangan pada pakem pakem lama yang justru menghalangi kita bertindak lebih kreatif dan inovatif sepanjang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pengguna. LANDASAN TEORI
               Menurut ALA (1990) definisi peprustakaan umum bergantung pada peran perpustakaan tersebut di dalam masyarakat sekitar (definition of a public library depends on the community and the roles the library has identified as being appropriate), sehingga definisi perpustakaan umum di suatu tempat sangat mungkin berbeda dengan definisi di tempat yang lain. Dari sekian banyak definisi Perpustakaan umum, satu point penting yang selalu muncul adalah “free access to all community member”, jadi, apapun bentuk dan format layanan yang diberikan semua itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pertanyaan selanjutnya adalah, siapa yang termasuk dalam komunitas/masyarakat tersebut ?
               Menurut IFLA (2003) batasan komunitas yang menjadi actual user sebuah perpustakaan umum adalah masyarakat yang berada di daerah sekitar. Kata ‘masyarakat’ berarti mencakup semua lapisan penduduk tanpa dibatasi usia, agama, jenis kelamin atau pekerjaan. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, Perpustakaan Umum juga didorong untuk mampu melayani potential user mereka, yaitu masyarakat secara umum.
               Dikarenakan luasnya jenis pengguna yang mereka miliki, bagaimana cara Perpustakan Umum mengidentifikasi kebutuhan komunitasnya agar perpustakaan menjadi bagian yang terintegarsi dengan kehidupan masyarakat sekitar ? agar perpustakaan tidak lagi sekedar fasilitas umum yang keberadaanya sebagai formalitas sebuah pemerintahan di daerah saja, tapi lebih jauh lagi sudah ‘enganged’ dengan kehidupan masyarakatnya. Banyak materi yang bisa dijadikan referensi untuk mampu mengidentifikasi kebutuhan user, seperti modul “Meeting User Needs - A Checklist For Best Practice” yang dikeluarkan oleh IFLA. Modul tersebut akan sangat membantu kita mengidentifikasi actual user, tetapi yang terpenting, kita sebagai pustakawan adalah orang yang harus paling mengetahui dan memahami kebutuhan masyarakat terhadap perpustakaan. Bagaimana caranya? menurut Clay (2008), ada 2 cara untuk memahami masyarakat, yaitu dengan mengidentifikasi kebutuhan dan menggunakan data statistik.
               Identifikasi kebutuhan bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. Anda adalah bagian dari masyarakat, maka berbaurlah, cari tahu apa yang apa mata pencaharian utama sebagian besar penduduk disana? Bahasa apa yang mereka gunakan sehari hari? Jam berapa mereka pulang dari kantor? Berapa rata rata usia penduduk? Apa yang mereka lakukan untuk menghabiskan waktu luang? Apa yang dilakukan para ibu rumah tangga di waktu senggang? Dimana anak anak bermain setelah mereka pulang sekolah? Apa kegiatan yang dilakukan keluarga di akhir pekan? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang bisa membantu kita mengindentifikasi masyarakat yang kita layani.
Tindakan selanjutnya adalah, ciptakan layanan inovatif. Menurut John Adair (2008) berpikir kreatif adalah berpikir di luar kebiasaan, berbeda, menarik dan tidak lazim. Pikirkanlah bagaimana agar para pekerja kantoran bisa mengakses layanan perpustakaan? Bagaimana agar para ibu rumah tangga mendapatkan manfaat dari keberadaan perpustakaan di lingkungannya? Bagaimana membuat perpustakaan sebagai tempat yang nyaman sekaligus menyenangkan bagi remaja? PEMBAHASAN Kunci keberhasilan Perpustakaan Kota New York menggalang dukungan masyarakat terletak pada pemahaman dan kemauan mereka untuk berupaya mengelaborasikan perpustakaan kedalam kehidupan penduduk setempat. Coba tengok ceceran fakta berikut ini. Saat situasi ekonomi tidak menentu, justru aktivitas Perpustakaan Kota New York mengalami lonjakan yang signifikan baik dari segi kunjungan maupun peminjaman koleksi. Kunjungan ke perpustakaan pada tahun itu mencapai angka tertinggi dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Penduduk New York ternyata sangat mengandalkan peran perpustakaan untuk melewati masa sulit tersebut. Peminjaman koleksi buku, khususnya yang berkaitan dengan materi psikologi, motivasi atau tips tips berwirausaha justru meningkat, demikian juga halnya dengan koleksi DVD. Sebagian besar penduduk memilih untuk meminjam koleksi DVD di perpustakaan ketimbang membelinya atau menonton film di bioskop. Layanan lainnya yang mendapatkan rekasi positif adalah layanan internet yang bisa diakses bebas tanpa dipungut biaya apapun. Belajar bahasa asing bisa dilakukan melalui koleksi audio visual yang dimiliki perpus. Layanan andalan inovatif lainnya yang dikembangkan oleh Perpustakaan Kota New York adalah Pusat Informasi Kerja yang tidak hanya menyediakan informasi lowongan kerja, tetapi juga pelatihan singkat cara membuat resume/ surat lamaran, atau teknis menghadapi job interview. Melalui layanan yang ‘dekat’ dengan masyarakat, perpustakaan berhasil menjadi elemen positif yang penting dalam lingkungannya. Bagaimanakah dengan perpustakaan kita? pernahkah kita mencoba mengenali dan berbaur dengan masyarakat sekitar? mencari tahu apa yang mereka butuhkan? bila waktu layanan perpustakaan kita bersamaan dengan saat orang orang masuk kerja atau saat pelajar masuk sekilah serta tutup saat orang orang pulang kantor dan pelajar pulang dari sekolah, lalu kapan mereka memiliki kesmpatan untuk mengakses perpustakaan? Bila selama ini sistem layanan perpustakaan seperti itu yang kita berikan, lalu sebenernya golongan masyarakat mana yang kita layani? Jika perpustakaan tidak membuka layanan pada akhir pekan, maka jangan salahkan bila orangtua lebih memilih mall untuk mengajak anak anaknya berwisata, bila perpustakaan hanya berkutat pada layanan yang standar dan kurang menarik minat, maka jangan salahkan para remaja bila perpustakaan bukanlah tempat yang dipilih untuk menghabiskan waktu bersama teman temannya. Jangan harapkan mereka akan mencintai, jika kita sendiri tidak berupaya untuk dicintai. KESIMPULAN Bagi segolongan orang, akses terhadap pengetahuan hanya bisa didapatkan melalui perpustakaan. Perpustakaan hendaknya memiliki motto service for everyone, dan menjadi tempat yang nyaman untuk melakukan segala aktivitas bagi masyarakat, dari mulai mengerjakan tugas sekolah, menulis novel, melakukan penelitian, mencari pekerjaan, mengembangkan jejaring kerja, menghibur diri, atau sekedar menghabiskan waktu luang. Saat perpustakaan telah berhasil memahamai, memberikan dan memenuhi kebutuhan masyarakat, maka rasa cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya tanpa paksaan, tanpa ancaman. Masyarakat bisa mendapatkan semua kebutuhannya di satu tempat yaitu p e r p u s t a k a a n, seperti kutipan visi Teratama Tech, “Jadikan Perpustakaan Sebagai Solusi Hidup Masyarakat” DAFTAR PUSTAKA
American Library Association. 1990. The Librarian's Thesaurus. New York : ALA

Clay, Chris & Mary Madden. 2008. The Art of Creative Thinking: How to Be Innovative and Develop Great Ideas (The John Adair Leadership Library). New York : Kogan Page

International Federation of Library Associations . 2004. The Public Library Service: IFLA/UNESCO Guidelines for Development. Chicago : IFLA/UNESCO

Murison, William John. 1971. The Public Library: Its Origins, Purpose, And Significance. London : Harrap

Willett, Holly G. 1997. Public Library Youth Services: A Public Policy Approach. California : Alladin Paperbacks

BIODATA : Nama : Wuri Indri Pramesti Alamat : Jl. Kiara Payung Km 4.7 Jatinangor Sumedang Jawa Bara Pekerjaan : Pustakawan
, artikel lomba, artikel perpustakaan, lomba, lomba perpustakaan, lomba tulis artikel, perpus, pustakawan, teratama

Anda sedang membaca KETIKA CINTA MENGALAHKAN SEGALANYA Berkaca Dari Kampanye Cinta Perpustakaan Kota New York kategori Perpustakaan. Silahkan beri komentar, baik berupa Kritik, Saran, maupun Pertanyaan. Semoga bermanfaat.

Statistik Situs

Visitors: 475654 Org
Hits: 1483457 hits
Month: 6232 Users
Today: 543 Users
Online: 8 Users
Stat. Web: Klik