Safaruddin, S.Kom
Teknisi Komputer, Programmer Web.
Yogyakarta, Indonesia.

I love the web
follow me on

MENEJEMEN PERPUSTAKAAN BERBASIS INTENSIFIKASI SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN PERPUSTAKAAN YANG IDEAL

Rabu, 28 April 2010 07:53:18
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)

Perpustakaan. PENDAHULUAN A. Perumusan Masalah Perpustakaan merupakan tempat sumber informasi yang menjadi pusat pustaka. Masyarakat dapat memperoleh informasi baik informasi akademik maupun non akademik. Informasi akademik contohnya buku-buku pelajaran, jurnal ilmiah, dan lain-lain. Informasi non akademik misalnya buku masak-memasak, panduan wirausaha, novel dan lain sebagainya. Perpustakaan dari segi tempat dan sifat pada umumnya terbagi menjadi dua. Pertama perpustakaan yang berada di lingkungan akademik dan kecenderungan bersifat khusus. Hal ini dakarenakan penggunanya adalah terbatas lingkungan civitas akademik saja. Biasannya untuk perpustakaan jenis ini pengelolaannya sudah cukup memadai dan mendekati perpustakaan ideal. Misalnya perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi, lingkungan sekolah tingkat menengah, pertama dan dasar. Kedua perpustakaan yang berada di lingkungan masyarakat kecenderungan bersifat umum. Hal ini dikarenakan penggunanya adalah tidak dibatasi tingkat sosial, status maupun umur. Pengelolaan perpustakaan jenis ini masih perlu mendapat perhatian, karena belum dapat mencakup semua aspek kehidupan dan semua kalangan masyarakat. Sebagai contohnya adalah perpustakaan yang sudah berkembang adalah perpustakaan daerah (PERPUSDA). Perpustakaan pada umumnya hanya sebagai tempat membaca dan meminjam buku. Terkadang juga buku yang disediakan terbatas, tidak mencakup koleksi dari semua aspek kehidupan. Sehingga informasi yang dimiliki sangat terbatas. Penataaan ruang masih kurang menarik dan penataan buku yang tidak tertata rapi serta fasilitas lain sebagai penunjang kurang memadai. Hal ini menjadikan para pengunjung kurang tertarik terhadap perpustakaan. Masyarakat akan tertarik pada suatu tempat apabila tempat tersebut nyaman, memberi nilai manfaat, memberi pengalaman dan mampu memberi inspirasi. Sedangkan kebanyakan perpustakaan yang sudah ada masih kurang memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Maka diperlukan sebuah alternatif menejemen perpustakan yang mampu menjadikan perpustakaan dapat dikatakan sebagai perpustakaan ideal. Perpustakaan yang ideal dapat terlaksana apabila menejemen (pengelolaan) perpustakaan terkonsep, menarik dan tertata rapi. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah menejemen perpustakaan berbasis intensifikasi. Menejemen berbasis intensifikasi mengarah pada dua hal. Pertama mengarah pada kuantitas perpustakaan dan substansi perpustakaan misalnya perpustakaan sampai tingkat kecamatan, koleksi sumber bacaan baik dari macam dan jumlah bacaan. Kedua mengarah pada kualitas perpustakaan misalnya kegiatan bagi pengunjung, pelayanan yang tersedia, sehingga perpustakaan mempunyai daya tarik terhadap para pengunjung. Berdasarkan uraian di atas, maka beberapa permasalahan yang perlu dikaji lebih mendalam adalah:
  1. Apakah menejemen perpustakaan berbasis intensifikasi berpotensi sebagai perpustakaan ideal?
  2. Apakah menejemen perpustakaan berbasis intensifikasi berpotensi sebagai upaya peningkatan minat baca masyarakat
  3. Bagaimana menejemen berbasis intensifikasi dapat diterapkan pada perpustakan yang ada di daerah-daerah?
B. Tujuan Penulisan Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji menejemen perpustakaan berbasis intensifikasi sebagai upaya dalam menciptakan perpustakaan yang ideal sehingga dapat meningkatkan minat baca masyarakat. C. Manfaat Penulisan Manfaat penulisan artikel ini adalah memberikan informasi ilmiah tentang menejemen perpustakaan berbasis intensifikasi sebagai upaya dalam menciptakan perpustakaan yang ideal sehingga dapat meningkatkan minat baca masyarakat dan membantu mencari alternatif pengelolaan perpustakaan sehingga menjadikan daya tarik bagi pengunjung. LANDASAN TEORI Menurut Supriyanto (2003), perpustakaan yang ada di perguruan tinggi dibagi menjadi 5 fungsi yaitu manajemen koleksi, operasional perpustakaan, layanan perpustakaan, dukungan SDM, dan dukungan teknologi informasi (TI). I. Manajemen Koleksi
  1. Melaksanakan Stock Opname koleksi untuk memastikan keberadaan koleksi agar mudah dan cepat ditemukan, dapat diakses serta dipesan melalui web site.
  2. Mewujudkan integrated sistem informasi pengadaan koleksi antar perpustakaan agar tidak terjadi duplikasi koleksi.
  3. Pengembangan daftar koleksi lokal yang meliputi karya masyarakat sekitar.
  4. Sosialisasi pemakaian layanan elektronik yang diprioritaskan bagi civitas akademik
II. Operasional Koleksi. 1. Memperbaiki master database berdasar pada stock opname. 2. Pengecekan nomor inventaris dan nomor klasifikasi untuk perbaikan database buku 3. Penataan koleksi nonbuku, misalnya CD ROM dan kaset. 4. Integrated pengolahan antar perpustakaan yang ada III. Layanan Perpustakaan
  1. Integrasi sistem layanan dengan penyesuaian tata tertib yang berlaku pada masing-masing perpustakaan ada.
  2. Pengembangan layanan referensi meliputi penelusuran, konsultasi, penataan knowledge.
  3. Bimbingan pengguna perpustakaan agar familier menggunakan layanan yang terotomasi dan layanan berbasis web.
  4. Pengembangan layanan digital dan multimedia.
    1. Pengembangan terbitan pustaka (Info Pustaka Online), kliping online dan paket informasi yang lain.
    2. Bekerjasama dengan jurusan, ketua program studi, pimpinan universitas, UPT dan Biro untuk mempromosikan koleksi dan sosialisasi tentang pemakaian perpustakaan digital.
    3. Mengupdate informasi yang ada di Web dan perpustakaan sebagai moderator ICS (Information Center Service)
IV. Pengembangan SDM
  1. Pengembangan SDM terhadap layanan yang berbasis TI dan menguasai tentang jaringan (networking).
  2. Pengembangan SDM sebagai subject specialist dan database developer
V. Pengembangan TI
  1. Pengembangan aplikasi sistem informasi dibuat untuk mengatasi berbagai kendala pada layanan perpustakaan sehingga tersedianya laporan yang diinginkan pimpinan universitas, pimpinan fakultas dan jurusan.
  2. Bekerjasama dengan Pusat Komputer dan Operasional TI untuk terusmengembangkan sistem informasi layanan, penataan sistem informasi dan knowledge digital.
Setyaningsih (2007), perpustakaan ideal mencakup koleksi buku yang memadai dan system pelayanan yang menyenangkan. Perpustakaan mempunyai peranan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena perpustakaan adalah gudang ilmu. Perpustakaan sebagai sumber informasi harus meningkatkan kuantitas dan kualitasnya, upaya ini termasuk peningkatan pelayanan petugas dan sarana perpustakaan yang memadai kepada pengunjung ini dimaksudkan agar animo siswa terhadap membaca akan bertambah. Karena buku dan bahan bacaan lain yang ada di perpustakaan memiliki peran penting dan memiliki peran strategis dalam membangun bangsa. Bukulah yang membantu orang memperoleh pengetahuan dengan segala perkembangannya. PEMBAHASAN A. Analisis Permasalahan Menejemen perpustakaan berbasis intensifikasi (MPBI) merupakan suatu rencana pengaturan dan pengelolaan perpustakaan dilihat dari segi kualitas dan kuantitas dari perpustakaan. Segi kualitas perpustakaan meliputi kualitas informasi yang disediakan, kegiatan pendukung, serta kualitas pelayanan yang mengedapankan pengabdian kepada mesyarakat. Hal ini sebagai upaya dalam menciptakan masyarakat yang pandai, kreatif dan berwawasan luas. Secara kuantitas dilihat dari jumlah dan jenis buku yang disediakan, jumlah layanan perpustakaan misalnya perpustakaan setidaknya hingga tingkat kecamatan. MPBI dapat diterapkan oleh perpustakaan-perpustakaan yang sudah berdiri di daerah-daerah. Hanya saja dibutuhkan menejemen yang terarah dan teratur sehingga tujuan, sasaran, visi dan misi utama adanya perpustakaan dapat berfungsi secara optimal. Sumber Daya Manusia (SDM) yang kreatif dan mempunyai kepekaan terhadap pengabdian masyarakat sangat diperlukan dalam pengembangkan perpustakaan menuju perpustakaan berbasis MPBI. MPBI mungkin dapat dijadikan sebagai salah satu pengembangan perpustakaan yang ideal. Perpustakaan yang ideal menurut Supriyanto (2003) adalah perpustakaan yang mampu memenuhi keinginan pengguna. Hal ini dilihat dari ketersediaan informasi yang lengkap, dapat diakses kapan saja, dimana saja dan dipandu oleh pustakawan yang professional. B. Menejemen Perpustakaan Berbasis Intensifikasi Perpustakaan sebagai kebutuhan. Perpustakaan merupakan tempat yang pada umumnya sebagai tempat membaca dan sirkulasi pinjam meminjam buku. Perpustakaan di masa akan datang diharapkan menjadi suatu kebutuhan masyarakat. Dengan kata lain, orang mengunjungi perpustakaan karena adanya kebutuhan informasi, ilmu pengetahuan, aplikasi penerapan ilmu pengetahuan bahkan solusi terhadap permasalahan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Perpustakaan sebagai tempat yang menyenangkan. Ketika orang atau pengunjung datang ke perpustakaan yang pertama dilihat adalah penataan ruangan (place setting). Ketika penataan ruang dibuat tertata dan semenarik mungkin tentunya akan memberikan kenyamanan bagi para pengunjung. Intinya adalah menciptakan pengunjung merasa apa yang mereka butuhkan mereka dapatkan. Misalkan, seorang pengunjung ketika berkunjung keperpustakaan menjadikan pengunjung dapat melepaskan syaraf-syaraf yang tegang. Disamping itu, perpustakaan yang menyenangkan dapat dilihat dari pelayanan dan juga adanya kegiatan yang mendukung minat baca pengunjung. Misalnya, mengadakan bedah buku, lomba menulis karya tulis atau artikel. Bedah buku dimaksudkan untuk mengupas habis tentang isi dari suatu buku dengan nara sumber beserta penulisnya. Karya tulis atau artikel yang terbaik dimuat sebagai bahan bacaan. Bahkan jika menejemen perpustakaan mempunyai prioritas mengedepankan pelayanan masyarakat bagi masyarakat yang gemar menulis dibantu untuk menyambungkan ke penerbit buku. Hal ini dapat membantu orang-orang yang mempunyai kelebihan menulis mengaktualisasikan kemampuannya. Perpustakaan yang gaul akan informasi. Perpustakaan dapat menjangkau segala umur, kalangan, dan strata sosial. Bacaan meliputi informasi yang lengkap dan penataan yang rapi. Misalnya bacaan bagi anak-anak, bagi remaja yang akan mempersiapkan masa pernikahan, bacaan tentang fashion, bacaan tentang masak-memasak, buku tentang wirausaha dan lain sebagainya. Disamping itu, lebih menarik lagi jika di dalam perpustakaan juga menyediakan CD, VCD, bahkan DVD tentang ilmu pengetahuan, praktek ibadah, pengembangan ketrampilan. Misalnya tentang proses terjadinya kehidupan, tuntunan sholat, tuntunan membaca bagi anak-anak dan lain sebagainya. Hal ini akan menjadi ketertarikan bagi para pengunjung. Bahkan, jika memungkinkan perpustakaan menyediakan layanan internet untuk dapat mengakses informasi terbaru, aktual dan terpercaya. Dukungan teknologi informasi (TI) juga merupakan hal yang diperlukan dan bagian yang penting dalam pengembangan kelengkapan informasi. Perpustakaan dapat masuk desa. Perpustakaan dapat diadakan di pedesan tentunya perpustakaan tingkat kecamatan juga sudah berdiri. Masyarakat desa tentunya bisa membaca tanpa harus ke Kecamatan atau ke Kabupaten. Hal ini dapat dicanangkan oleh Pemerintah dalam kegiatan KKN Mahasiswa. dimana dalam beberapa periode ini, pemerintah telah mencanangkan program Pemberantasan Buta Aksara (PBA). Sehingga keberlanjutan upaya pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang berpendidikan dan berwawasan luas senantiasa selalu ditingkatkan dan dapat mencapai sasaran. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
  1. Menejemen perpustakaan berbasis intensifikasi (MPBI) berpotensi dalam menciptakan perpustakaan ideal. Hal ini dikarenakan secara kuantitas dan kualitas memadai.
  2. Menejemen perpustakaan berbasis intensifikasi (MPBI) berpotensi dalam menciptakan kecintaan dan minat masyarakat terhadap perpustakaan. Sehingga diharapkan dapat terciptanya masyarakat yang cinta ilmu dan minat baca yang tinggi. Hal ini dapat membuka wawasan masyarakat tentang pentingnya membaca dan kaya akan informasi. Diharapkan minat baca tinggi dapat meningkatkan daya kreatifitas dalam mengatasi permasalahan hidup.
  3. MPBI dapat diterapkan di daerah-daerah dengan adanya menejemen yang telah terkonsep dan adanya sumber daya manusia yang peka dan peduli terhadap tingkat pengetahuan masyarakat.
B. Saran Perlu diadakan Tindak lanjut (Follow up) mengenai sistem MPBI sebagai perpustakaan yang ideal di perpustakaan-perpustakaan yang sudah beroperasi sebagai upaya peningkatan minat kunjung dan minat baca masyarakat. Daftar Referensi Setyaningsih H, D. 2007. Perpustakaan Sumber Informasi. JARDIKNAS, Boyolali. Supriyanto, W. 2003. Digitalisasi Koleksi Perpustakaan Prospek Dan Kendala. UGM Pers, Yogyakarta. Nama : Novita Fitriyani Kurniawati, S. Si Alamat : Karangreja RT 11 RW 06 No. 42 Kutasari Purbalingga 53361
, artikel lomba, artikel perpustakaan, lomba, lomba perpustakaan, lomba tulis artikel, perpus, pustakawan, teratama

Anda sedang membaca MENEJEMEN PERPUSTAKAAN BERBASIS INTENSIFIKASI SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN PERPUSTAKAAN YANG IDEAL kategori Perpustakaan. Silahkan beri komentar, baik berupa Kritik, Saran, maupun Pertanyaan. Semoga bermanfaat.