Safaruddin, S.Kom
Teknisi Komputer, Programmer Web.
Yogyakarta, Indonesia.

I love the web
follow me on

Merekonstruksi Ruang Baca Masyarakat Daerah

Selasa, 4 Januari 2011 12:20:25
Rating: 1.0/10 (1 vote cast)

Perpustakaan.

Selama ini, pendidikan di negara kita semakin tertinggal dengan pendidikan negara lain. Barangkali hal ini disebabkan oleh rendahnya minat baca masyarakat.
Minat baca adalah kunci keberhasilan pendidikan. Pendidikan yang berkualitas merupakan jantung pembangunan suatu bangsa. Baik itu pembangunan fisik maupun non fisik. Inilah yang mesti direnungkan bersama.
Dari dunia pendidikan akan tercipta sumber daya manusia (SDM) handal yang akan meneruskan cita-cita bangsa. Intelektualitas SDM akan membawa negara ini cepat berkembang.
Untuk membentuk pendidikan yang berkualitas, dibutuhkan ruang baca yang layak dan bacaan yang layak pula. Tidak dipungkiri, bukan hanya ruang baca dan bacaan yang menjadi tiang pendidikan, melainkan minat baca yang tinggi dari masyarakat, pada umumnya, dan subyek pendidikan, khususnya, juga sangat menentukan kesuksesan pendidikan. Dan hal ini tidak dapat dielakkan.
Yang menjadi problem mendasar bagi bangsa ini adalah minimnya ruang baca di lingkungan masyarakat, terutama pemerintah daerah.
Sekarang, Jepang menjadi adidaya teknologi, negara yang maju pesat berkat kualitas pendidikannya yang maju. Minat baca masyarakat yang tinggi mewarnai kehidupan sosial di Jepang. Hampir di setiap jengkal, dapat dijumpai individu yang sedang asyik membaca. Dan kebiasaan inilah yang sulit ditemukan di negara kita. Entah disebabkan karena struktur sosial atau letak geografis, atau mungkin tidak  adanya stimulus yang merangsang minat baca masyarakat.
Menstimulus minat baca masayarakat adalah menjadi tugas mulia bagi pemerintah, hal ini bisa disiasati dengan memberikan instruksi terhadap masing-masing daerah untuk segera membangun perpustakaan yang layak dan menarik. Supaya masyarakat tertarik untuk mengunjunginya. Pada mulanya memang hanya akan sebatas melihat-lihat saja, tapi itulah awal mulanya orang mau membaca.
Di berbagai daerah, sulit kita jumpai ruang baca (perpustakaan) yang layak dan representatif. Minimnya koleksi buku, sempitnya ruangan membaca merupakan persoalan yang serasa tak kunjung berakhir. Padahal jika kita mengaca dari sejarah, setiap negara yang mempunyai peradaban yang maju pastilah memiliki perpustakan yang megah.
Sebutlah cordova (sekarang adalah spanyol) yang pernah menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan,  menjadi kiblat bagi para intelek di belahan dunia, karena memiliki perpustakaan yang besar sehingga negara tersebut mampu menjadi rujukan ilmu pengetahuan di dunia timur maupun dunia barat.
Perpustakaan bisa dijadikan pusat kajian berbagai ilmu pengetahuan, mulai dari ilu agama sampai ilmu umum seperti Filsafat, Kimia, Biologi, Sejarah, Fisika, dan ilmu-ilmu yang lain. Disamping itu, perpustakaan juga bisa dijadikan tempat untuk mengkaji dan mengembangkan hazanah keilmuan.
Tidak terawatnya perpustakaan daerah menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak peduli dengan nasib pendidikan pemuda yang notabenenya sebagai penerus bangsa. Jika perpustakaan saja tidak layak untuk dikunjungi karena minimnya koleksi buku dan ruangan yang kurang layak, bagaimana pemuda bisa mempunyai semangat mengembangkan keilmuan. Rujukannya saja tidak ada.
Jika para penerus bangsa sudah tidak lagi memperhatikan hazanah keilmuan, maka selamanya bangsa ini akan senantiasa akan tertinggal.
Pembangunan
Untuk itu pembangunan perpustakaan harus diperhatikan secara intensif. Karena selama ini, kondisi perpustakaan yang ada, sangatlah memperihatinkan. Di kabupaten-kabupaten Jawa Tengah sendiri, terutama Pati, belum memiliki perpustakan yang layak.
Dan yang lebih memperihatinkan, kurang adanya perhatian pemerintah daerah untuk membangun dan merawat perpustakaan dengan baik. Menciptakan ruang baca yang nyaman. Perpusatakaan yang sudah ada perlu pembangunan kembali, baik itu pembangunan fisik dan non fisik. Memperbaiki ruang baca yang representatif, memperbarui dan memperbanyak koleksi buku bacaan akan menjadi daya tarik untuk dikunjungi.
Dengan begitu, akan menarik dan menumbuhkan minat baca masyarakat Pati. Dan hal inilah yang sedang dirintis oleh pemerintah daerah Pekan Baru, Riau, Sumatera.
Pemda Pekan Baru rela mengeluarkan belasan miliar rupiah hanya untuk membangun perpustakaan. Kebanyakan pemerintah daerah tidak sadar akan hal ini. Dengan megahnya perpustakaan tersebut pastilah akan menarik masyarakat untuk mengunjunginya. Tidak hanya luarnya saja yang dibangun, tetapi segi dalamnya juga ikut diperbaiki.
Seharusnya Pemkab Pati sadar akan kekurangan ini. Pemkab Pati bisa mencontoh apa yang telah diusahakan oleh Pemkab Riau. Setidaknya memperbaiki kondisi perpustakaan Pati bukanlah pekerjaan yang sia-sia. Melainkan akan menjadi ikon untuk menumbuhkan minat baca rakyat Pati, terutama kaum terpelajar yang banyak melanjutkan studinya ke luar daerah.
Berkaca
Jika Pati dan daerah-daerah lain pada umumnya, mau berkaca dari pemerintah pekan baru, terutama daerah Jawa yang menjadi pusat pendidikan di negeri ini, dengan penduduknya yang paling banyak, barangkali akan memicu semangat dan minat membaca masyarakatnya. Inilah kiranya yang harus diperhatikan, jika pemerintah menginginkan warganya mempunyai semangat membaca yang tinggi. Penulis yakin jika perpustakaan daerah berkualitas, dengan sendirinya akan masyarakatnya berkualitas pula.
Sebenarnya, masyarakat Pati sekarang sudah mulai tertarik dengan ilmu pengetahuan. Hanya saja, minimnya fasilitas belajar dan membaca menyebabkan masyarakat kesulitan menyalurkan keinginannya.
Untuk itu, sekaranglah saatnya untuk membenahi pendidikan dan merintis kembali ruang baca yang layak demi perbaikan bersama. Karena tidak ada kata kata terlambat untuk berbenah diri. Yang ada adalah keharusan untuk memulai.

Oleh : M. Abul Rohim

Penulis Adalah Kolektor Buku dan Peminat Kajian Sosial, Mahasiswa STAIN Kudus. Cp. 085 290 119 542 no rek. 5927-01-006015-53-9 an. Abdul Rohim BRI Unit Cabang Ngetuk, Ngembal, Kudus.


, perpus, ruang baca

Anda sedang membaca Merekonstruksi Ruang Baca Masyarakat Daerah kategori Perpustakaan. Silahkan beri komentar, baik berupa Kritik, Saran, maupun Pertanyaan. Semoga bermanfaat.