PENDIRIAN PERPUSTAKAAN TERBUKA BERBASIS KEBUDAYAAN DI DAERAH PERPARIWISATAAN ( PERPUSTAKAAN IDEAL)
Senin, 24 Mei 2010 02:57:19
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
Perpustakaan.
I. PENDAHULUAN
- A. Latar Belakang
Masyarakat mana yang tidak pernah pergi berjalan-jalan di daerah perpariwisataan di dunia ini. Tidak perlu jauh-jauh sebagai masyarakat Yogyakarta saja kita tentu sering pergi ke pantai, ke museum, dan tempat pariwisata lainnya. Di tempat perpariwisataan tersebut kita lebih sering menemukan tempat makan ataupun tempat tinggal sementara alias hotel atau wisma, namun sayangnya di tempat perpariwisataan kita tidak dapat menemukan perpustakaan yang dapat dikunjungi baik oleh masyarakat ataupun oleh wisatawan.
Selaras dengan kemajuan zaman kita dapat mengetahui bahwa perpustakaan modern telah didefinisi sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apa pun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut atau tidak. (Wikipedia, 2009) dengan definisi ini kita dapat melihat betapa efisiennya mendirikan perpustakaan di daerah perpariwisataan guna meningkatkan minat membaca masyarakat setempat dan minat wisatawan untuk berkunjung didaerah perpariwisataan tertentu yang selama ini sepi pengunjung.
- B. Masalah
- Apa yang dimaksud perpustakaan ?
- Bagaimana peraturan pemerintah dalam perpustakaan dan fungsi perpustakaan ?
- Bagaimana konsep perpustakaan terbuka berbasis budaya di daerah perpariwisataan?
- C. Tujuan
- Untuk mengetahui yang dimaksud dengan perpustakaan.
- Untuk mengetahui peraturan pemerintah dan fungsi perpustakaan.
- Untuk mengetahui bagaimana konsep perpustakaan terbuka berbasis budaya di daerah perpariwisataan.
II. Landasan Teori
- A. Definisi perpustakaan
Dalam perkembangannya perpustakaan memiliki berbagai definisi yaitu sebagai berikut :
- Pengertian perpustakaan pada abad ke-19, ialah perpustakaan merupakan suatu gedung, ruangan atau sejumlah ruangan yang berisi koleksi buku yanng dipelihara dengan baik, dapat digunakan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu.
- Pada tahun 1970, The American Library Association menggunakan istilah perpustakaan untuk suatu pengertian yang luas yaitu termasuk pengertian pusat media, pusat belajar, pusat sumber pendidikan, pusat informasi, pusat dokumenstasi dan pusat rujukan.
- Keputusan Presiden RI nomor 11, disebutkan bahwa perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.
- Sedangkan berdasarkan akar katanya perpustakaan adalah (Arlina, 2008) :
- Perpustakaan (Indonesia): pustaka.
- Library (Inggris) : liber, libri (Latin)-> librarius.
- Bibliotheek ( Bld); bibliothek (Jrm); bibliotheque (Prc); bibliotheca ( Spy, Prtg), Bible : biblia ( Yunani).
- Perpustakaan merupakan Gedung yang memiliki koleksi bahan pustaka (buku, majalah dan media lainnya) yang ditata dengan cara tertentu agar mudah dimanfaatkan oleh pengguna secara cepat dan tepat.(Mahmudin, 2006)
- Perpustakaan terbuka merupakan konsep "perpustakaan tanpa batas" (borderless library), terdapat pemisahan antara layanan kepada pengguna dengan pengelolaan internal perpustakaan Pengguna tidak perlu tahu sistem dan mekanisme pengelolaan internal perpustakaan.( Nugroho, 2008)
- B. Peran pemerintah dalam pendirian perpustakaan
a. Perundangan pemerintahan
Dalam pasal undang-undang Sisdiknas no.2 tahun 1989, ditegaskan bahwa perpustakaan merupakan salah satu sumber belajar yang sangat penting. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa melalui pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan sebagai sumber informasi berupa karya tulis, karya cetak, dan karya rekam.
Salah satu usaha untuk mendorong berkembangnya perpustakaan adalah dibentuknya dewan sebagaimana diatur dalam pasal 44, pasal 45, pasal 46, dan pasal 47 Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Dewan perpustakaan provinsi adalah Lembaga Non Struktural yang dibentuk pemerintah untuk menggali pemikiran dan pandangan dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan perkembangan.
b. Fungsi perpustakaan
Setiap jenis perpustakaan memiliki fungsi yang berbeda. Dalam artikel ini hanya akan dibahas dua jenis fungsi perpustakaan yaitu :
- Perpustakaan Nasional RI, menurut Keputusan Presiden nomor 11 tahun 1989, pasal 3, perpustakaan berfungsi dalam membantu Presiden untuk merumuskan kebijaksanaan mengenai pengembangan, pembinaan dan pendayagunaan perpustakaan. ( Rohana, 2006)
2. Fungsi Perpustakaan Umum ( Waluyo, 2006)
Perpustakaan Umum baik yang berada di Daerah Tingkat II (Ibukota Kabupaten/Kotamadya), di ibukota kecamatan maupun yang berada di desa, menurut Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 9 tahun 1988 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 21 tahun 1988, mempunyai fungsi untuk menghimpun, mengolah, memelihara, melestarikan, mengatur dan memberdayakan bahan pustaka. Serta sebagai pusat kegiatan belajar, pelayanan informasi, dan penelitian bagi seluruh lapisan masyarakat.
III. PEMBAHASAN
Sesuai dengan tinjauan fungsi perpustakaan umum, perpustakaan terbuka berbasis kebudayaan yang di bangun pada daerah perpariwisataan memiliki tujuan yang sama dalam menciptakan kehidupan perpustakaan yang efektif, efisien, fleksibel, modern dan terbuka untuk siapapun. Adapun pembangunan ruang yang disarankan adalah sebagai berikut :
- Ruang baca
Ruang baca perpustakaan terbuka berbasis kebudayaan dibagi menjadi tiga jenis ruang yang masing-masing diperlengkapi rak buku-buku yang siap dibaca pengunjung, yaitu :
- Ruang baca tertutup atau ruang baca modern, ruang baca ini dirancang seperti pada perpustakaan formal lainnya sehingga para pembaca atau pengujung dapat merasakan suasana yang tenang dan modern dalam menikmati bacaaan mereka. Dalam ruangan ini terdapat rak-rak buku yang berisi buku-buku refrensi.
- Ruang baca terbuka atau ruang baca alami, ruang baca ini dirancang secara alami ataupun tradisional seperti arsitektur ruang daerah perpariwisataan setempat. Di dalam ruangan ini pengunjung bebas melakukan apapun baik itu bersantai, makan ataupun minum dalam menikmati bacaan mereka.
- Ruang baca anak, ruang baca ini didesain sedemikian rupa sesuai dengan keadaan psikologis anak. Hal ini untuk menunjang keinginan anak-anak usia dini untuk berkunjung ke perpustakaan. Disini juga disediakan taman bermain sederhana, sehingga anak-anak tidak hanya dapat mengembangkan pengetahuan secara kognitif tapi juga psikomotorik. Ruang baca ini dibangun disekitar daerah perpustakaan terbuka sehingga bagi orang tua yang ingin menjaga anak-anak mereka sewaktu di taman baca perpustakaan, mereka juga dapat menikmati bacaan.
- Ruang biro peminjaman buku
Ruang ini dibagi menjadi dua bagian yaitu ruang :
Ruang biro peminjaman masyarakat umum dan ruang biro peminjaman wisatawan. Kedua ruang ini diperlengkapi dengan akses komputerisasi yang berfungsi untuk menyimpan data-data anggota aktif dan anggota pasif dari perpustakaan terbuka. Ruangan ini juga diperlengkapi rak-rak buku yang berisi buku-buku yang siap dipinjam kepada wisatawan yang akan meminjam buku ketika datang berkunjung pada perpustakaan terbuka.
- Ruang biro pengembalian buku
Biro pengembalian buku masyarakat umum dan biro pengembalian buku wisatawan, diperlengkapi dengan perangkat komputerisasi dan juga rak buku-buku yang telah selesai dipinjam.
Untuk proses peminjaman buku di perpustakaan terbuka tidak sulit. Adapun beberapa langkah peminjaman buku dalam perpustakaan terbuka adalah sebagai berikut :
- Peminjaman bagi masyarakat umum
Masyarakat terlebih dahulu mendata diri mereka dengan memberikan identitas diri berupa KTP ataupun SIM. Untuk peran sertanya anggota aktif dapat memberikan sumbangsi dana mereka secara sukarela guna pengembangan perpustakaan terbuka. Setelah data diri mereka telah dicatat secara manual dan komputerisasi, masyarakat akan memiliki kartu anggota yang dapat digunakan sebagai alat tukar peminjaman buku di perpustakaan terbuka perpariwisataan. Langkah peminjaman sama seperti peminjaman pada perpustakaan pada umumnya.
- Peminjaman bagi wisatawan
Keanggotaan bagi para wisatawan merupakan keanggotaan pasif yang dapat meminjam buku hanya pada jangka waktu 1 hari, pendataan peminjaman buku bagi wisatawan dilakukan di ruang biro peminjaman dengan menukarkan kartu identitas diri sebagai jaminan peminjaman buku.
Pemoteratan (dapat dengan menggunakan peralatan kamera sederhana dari komputer atau perangkat potret lainnya) dilakukan untuk menjaga keamanan pengembalian buku dari buku yang dipinjamkan kepada wisatawan. Data wisatawan dapat langsung dikirimkan ke komputer biro pengembalian baik yang terdapat dalam perpustakaan maupun biro pengembalian yang terdapat di gerbang keluar perpariwisataan.
Dengan memanfaatkan media internet para pengunjung perpustakaan khususnya wisatawan dapat mengakses data buku yang ingin mereka pinjam di perpustakaan itu langsung atau dengan mengakses lewat internet secara tidak langsung, sesampainya mereka di perpustakaan mereka cukup mengambil buku pinjaman di biro peminjaman.
IV. PENUTUP
- A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan di atas dan tinjauan teori kita dapat menyimpulkan dengan mendirikan perpustakaan terbuka berbasis budaya, masyarakat akan lebih dikenalkan akan kebudayaan membaca. Dengan ini masyarakat dapat lebih menggali kebudayaan yang ada di daerah perpariwisataan dan juga kebudayaan Indonesia, sehingga ini akan dapat menjadi aset-aset berharga bagi sumber daya manusia perpariwisataan Indonesia.
B. Saran
Beberapa saran yang saya sampaikan dalam pendirian perpustakaan terbuka ini adalah :
- Perlunya kerjasama antara pihak pemerintah dan masyarakat setempat dalam mendirikan perpustakaan terbuka berbasis budaya, mengingat perpustakaan ini didirikan berdasarkan kerja sama pemerintah dan masyarakat.
- Karena perpustakaan merupakan aset bagi kita semua maka penting bagi berbagai pihak yang ingin mendirikan perpustakaan terbuka untuk menyesuaikan ciri khas budaya dari pembangunan perpustakaan terbuka ini.
V. DAFTAR PUSTAKA
Arlina, 2008. Pengertian dan sejarah perpustakaan. http://www.arlinah@petra.ac.id. Diakses 18 September 2009.
Waluyo, Budi. 2006. Fungsi dan Peranan Perpustakaan. http://www.karangturi.org. Diakses 18 September 2009.
Wikipedia, 2009. www.wikipedia.com. Diakses 19 September 2009.
Mahmudin. 2006. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Prosiding Seminar Pelatihan Singkat Pengelolaan Perpustakaan Di Lingkungan. Universitas Pasundan, Bandung.
Nugroho, Lukito. 2008. Perpustakaan Terbuka. Yogyakarta : Universitas Gajahmada.
Rohanda. 2000. Fungsi dan Peranan Perpustakaan Sekolah. Prosiding Seminar Sehari Ikatan Pustakawan Indonesia.
BIODATA :
Nama : Yani
Alamat : Paingan VII No. 5, Maguwoharjo, Depok, Sleman,Yogyakarta
Pekerjaan : Mahasiswa
Asal Instansi : Universitas Sanata Dharma
, artikel lomba, artikel perpustakaan, lomba, lomba perpustakaan, lomba tulis artikel, perpus, pustakawan, teratama
Loading...
Anda sedang membaca PENDIRIAN PERPUSTAKAAN TERBUKA BERBASIS KEBUDAYAAN DI DAERAH PERPARIWISATAAN ( PERPUSTAKAAN IDEAL) kategori Perpustakaan.
Silahkan beri komentar, baik berupa Kritik, Saran, maupun Pertanyaan.
Semoga bermanfaat.